logo blog

Kamis, 31 Januari 2013

Ibnu Taimiyah dan Wahabi


Ibnu Taimiyah dan Wahabi

مطلب اعتراض ابن تيمية على متأخري الصوفية وله خوارق الخ وسئل نفع الله به بما لفظه : لابن تيمية اعتراض على متأخري الصوفية ، وله خوارق في الفقه والأصول فما محصل ذلك .؟ .  فأجاب بقوله : ابن تيمية عبد خذله الله وأضله وأعماه وأصمه وأذله ، وبذلك صرح الأئمة الذين بينوا فساد أحواله وكذب أقواله ، ومن أراد ذلك فعليه بمطالعة كلام الإمام المجتهد المتفق على إمامته وجلالته وبلوغه مرتبة الاجتهاد أبي حسن السبكي وولد التاج والشيخ الإمام العز ابن جماعة وأهل عصرهم من الشافعية (الفتاوى الحديثية لابن حجر الهيتمي - 1 / 242)

“Ibnu Hajar al-Haitami ditanya sebagai berikut: Ibnu Taimiyah memiliki pertentangan dengan kelompok Sufi yang akhir. Ia juga memiliki kontroversi dalam masalah fikih dan akidah. Bagaimana kesimpulannya?

Ibnu Hajar menjawab: Ibnu Taimiyah adalah seorang hamba yang direndahkan oleh Allah, disesatkan, dibutakan dan ditulikan. Atas hal ini telah dijelaskan oleh para imam ttentang kerusakan perilakunya dan kebohongan pendapatnya. Siapa yang ingin mengetahuinya, maka hendaknya menelaah perkataan imam mujtahid yang tekah disepakati ke-imamah-annya, keagugannya dan derajatnya sebagai mujtahid yaitu Abu Hasan as-Subki dan putranya Tajuddin as-Subki, syaikh Izzuddin ibnu Jamaah, dan orang semasanya dari kalangan Syafiiyah” (Fatawa al-Haditsiyah I/242)

Syaikh Ibnu Abidiin al-Hanafi berkata: 

مطلب في أتباع عبد الوهاب الخوارج في زماننا  قوله ( ويكفرون أصحاب نبينا ) علمت أن هذا غير شرط في مسمى الخوارج بل هو بيان لمن خرجوا على سيدنا علي رضي الله تعالى عنه وإلا فيكفي فيهم اعتقادهم كفر من خرجوا عليه كما وقع في زماننا في اتباع عبد الوهاب الذين خرجوا من نجد وتغلبوا على الحرمين وكانوا ينتحلون مذهب الحنابلة لكنهم اعتقدوا أنهم هم المسلمون وأن من خالف اعتقادهم مشركون واستباحوا بذلك قتل أهل السنة وقتل علمائهم حتى كسر الله تعالى شوكتهم وخرب بلادهم وظفر بهم عساكر المسلمين عام ثلاث وثلاثين ومائتين وألف (حاشية رد المختار على الدر المختار لابن العابدين الحنفي - 4 / 262)
“Para pengikut Muhammad bin Abd Wahhab, khawarij zaman sekarang” (mereka mengkafirkan para sahabat Nabi) telah engkau ketahui bahwa ini bukan syarat sebagai aliran Khawarij, tetapi sebagai penjelasan bagi orang-orang yang keluar dari Sayidina Ali. Jika tidak, maka cukup dalam keyakinan mereka akan kekufuran orang-orang yang keluar darinya. Sebagaimana kenyataan di zaman sekarang dalam pengikut Muhammad bin Abd Wahhab yang keluar dari Najed dan menguasai Haramain. Mereka mengaku bermadzhab Hanbali, tetapi mereka berkeyakinan bahwa mereka adalam muslim yang sebenarnya dan orang-orang yang berbeda dengan mereka adalah orang musyrik. Mereka memperbolehkan membunuh Ahlisunnah dan para ulama’nya, hinga Allah memecah kekuatan mereka, menghancurkan Negara mereka dan berhasil dikalahkan oleh pasukan Islam tahun 1233 H” (Radd al-Mukhtaar, Hanafiyyah, 4/262)

Sayikh ash-Shawii berkata: 

 (ونزل في ابي جهل) .... وقيل هذه الاية نزلت في الخوارج الذين يحرفون تأويل الكتاب والسنة ويستحلون بدماء المسلمين واموالهم لما هو مشاهد الان في نظائرهم وهم فرقة بارض الحجاز يقال لهم الوهابية الا انهم هم الكاذبون استحوذ عليهم الشيطان فأنساهم ذكر الله اولئك حزب الشيطان الا ان حزب الشيطان هم الخاسرون نسأل الله الكريم ان يقطع دابرهم(تفسير الصاوي سورة فاطر 3-307)
“Ada yang mengatakan bahwa ayat ini (Fathir: 6) diturunkan bagi Khawarij yang mengganti takwil al-Quran dan As-Sunnah. Mereka menghalalkan darah umat Islam dan hartanya. Sebagaimana bisa disaksikan saat ini yang sama dengan mereka, yaitu kelompok dari Najed yang disebut Wahabi. Mereka ini pendusta, yang dikuasai oleh syetan kemudian ia melalaikan mereka dari mengingat Allah. Mereka adalah kelompok syetan dan sesungguhnya mereka akan merugi. Kita memohon kepada Allah agar memutus keadaan mereka” (Tafsir ash-Shawi, Malikiyah, 4/262)

Silahkan isi komentar yang sopan, dan sesuai dengan konten, dan jangan menyisipkan link aktif maupun non aktif.
EmoticonEmoticon