logo blog

Kamis, 14 Februari 2013

Kejayaan Islam Bukan Karena Khilafah


Kejayaan Islam Bukan Karena Khilafah

Sebuah kata hikmah dari Imam Malik:
( لَنْ يَصْلُحَ آخرُ هَذهِ الأمةِ إِلاَّ بما صَلُحَ بهِ أَوَّلها) « الشفا للقاضي عياض ، ج 2 ، ص 88»
“Generasi akhir umat ini tidak akan baik, kecuali dengan kebaikan (metode) yang dilakukan oleh generasi awal” (Qadli Iyadl, asy-Syifaa 2/88)
Kata ini sering dijadikan dalih untuk menegakkan kembali kejayaan Islam di masa lampau dengan system Khilafah. Namun anggapan ini tidak benar karena yang dimaksud ‘Shalaah’ (kebaikan, kejayaan) bukan terkait dengan system pemerintahan, simbol-simbol keagamaan dan sebagainya, tetapi lebih mengarah kepada subtansi kepribadian akhlak, sebagaimana sabda Rasulullah Saw:  
 قال صلى الله عليه وسلم صَلاَحُ أَوَّلِ هَذِهِ اْلأُمَّةِ بِالزُّهْدِ وَالْيَقِيْنِ وَيَهْلِكُ آخِرُهَا بِالْبُخْلِ وَاْلأَمَلِ (رواه احمد في الزهد والطبراني في الاوسط والبيهقي في شعب الايمان عن ابن عمرو)
“Kebaikan (kejayaan) generasi awal umat ini adalah dengan zuhud dan keyakinan (Dalam riwayat lain; Takwa). Dan kehancuran generasi akhir umat ini adalah dengan kikir dan angan-angan” (HR Ahmad dalam az-Zuhud, Thabrani dan Baihaqi dari Ibnu Amr bin ‘Ash)
Hadis yang indah ini menjelaskan dua sisi kejayaan dan kehancuran umat Islam. Dari dua sisi ini masing-masing terdiri dari dua sifat. Kejayaan tersebut yaitu zuhud (tidak menjadi budak harta) dan keyakinan. Keduanya adalah sifat terpuji yang diajarkan dan didalami dalam ilmu Tasawwuf sebagai salah satu jenjang menjadi Shufi. Sedangkan dua sifat tentang kehancurannya, kikir dan angan-angan, adalah sifat tercela yang harus dijauhi dalam ilmu Tasawwuf.
Kehebatan para Khulafa’, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, adalah karena moral kepribadiannya yang sangat baik, tegas, tidak rakus, amanah dan sebagainya. Bukan karena system yang diterapkan. Terbukti dengan cara pemilihan Khalifah yang tidak baku dalam sebuah system, terpilihnya Abu Bakar karena kesepakatan para Sahabat. Terpilihnya Umar karena wasiat Abu Bakar yang menilainya sosok yang pantas menggantikannya. Terpilihnya Utsman karena menggunakan perwakilan dari 6 sahabat, dan sebagainya. Begitu pula kesuksesan para Khalifah tersebut diraih karena kecemerlangan masing-masing individunya.
Maka, jelaslah bahwa kejayaan Islam di masa lalu bukan karena system atau symbol, tetapi dengan kesalehan individu yang akhirnya membentuk kesalehan social.

1 komentar:

Ijin copas artikel2 grup ini ya kyai

Silahkan isi komentar yang sopan, dan sesuai dengan konten, dan jangan menyisipkan link aktif maupun non aktif.
EmoticonEmoticon