logo blog

Selasa, 26 Februari 2013

Khutbah Hadratusy Syeikh KH Hasyim Asyari


Khutbah Hadratusy Syeikh KH Hasyim Asyari
Pengantar Majalah Swara Nahdlatoel ‘Oelama
Wilangan 8.  Sya’ban 1347 H (1929 M)

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على اشرف المرسلين سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين.
اما بعد فهذا التنبيه الواجب لعوام المسلمين . إخوانى ! انه الأن قد عمت البلوى بالمخلطين الذين يتشبهون بالمشايخ اهل الحق والصدق فكثرت بهم المفاسد حتى تزل بهم معتقد بعض العوام وتبعهم زمر كثيرة من عوام المسلمين بواسطة عموم الجهالة وعدم المساعد على احقاق الحق وابطال الباطل فيلزم علينا معشر العلماء الذين هم قدوة المسلمين ان نبين الشيخ الحق من الشيخ الباطل كما قال تعالى ليحق الحق ويبطل الباطل ولو كره المجرمون . فنقول وبالله التوفيق وهو المستعان , يجب على كل مسلم يريد سلامة نفسه من الندامة فى الدنيا والاخرة ان لا يتخذ شيخا الا من اجتمع فيه خصال . الاولى ان يكون عالما بما يجب فى حق الله تعالى وحق رسله عليهم الصلاة والسلام وما يستحيل عليهما
وما يجوز لهما من العقائد بالبراهن العقلية والسمعية حتى يقوى بذلك على ازالة التشويش والشكوك من المريد اذا عرض له ذلك . الثانية ان يكون معتقده معتقد اهل الحق وجماعة المسلمين من اهل السنة . الثالثة ان يكون عالما بأحكام الله تعالى المتعلقة بالأبدان كالطهارة من النجاسة والحدث ونحوها , وبالقلوب كالشكر والتوكل ونحوهما ودقائق الأفات الداخلة على العاملين فى اعمالهم كالرياء والعجب وغيرهما . الرابعة ان يكون عاملا بما يعلمه من احكام الله قائما بحدوده غير مخل بحق من حقوقه تعالى ولا مرتكب لشيئ من مناهيه المحرمات المخلة بعدالته إذ لا بد من الة لصحة التقليد به فإن الشيخ الحق من رفع همته عن الخلق وتعلق قلبه بالحق وإذا نظرت اليه  وجدته مشغولا بالله واذا تكلم ذلك على الله . واحذركم يا إخوانى ! عن متابعة الداعين للمشيخة الذين لاهمة لهم الا جمع العرض الفانى ولاسعي لهم الا فى تجريد القاصى والدانى , فمنهم من يعمل طريقة وله قوة على تصنيف الحكايات والمواعظ والأمثال ويطبعها ويوزعها للمريدين بقيمة ثمنية ليمتلئ صندوقه درهما ودينارا , ومنهم من يدعى رؤيا النبى صلى الله عليه وسلم فى المنام وانه اقبل عليه وخاطبه وامره بأوامر ونهاه عن مناهى وربما يدعى رؤيته فى اليقظة مع انها باب ضيق وقل ان يقع ذلك الا من كان على صفة عزيز وجودها فى هذا الزمان بل علمها فيه اقرب مع أنى لا انكر ذلك لبعض الصالحين الذين حفظهم الله ظواهرهم وبواطنهم . ومنهم من يتخذ السجة الغليظة الطويلة ويعلقها فى عنقه ويضرب الدف فى السوق ويأمر المريدين بذلك وسؤال الناس ويجعلون ذلك حرفتهم ويجمعون بين الرجال والنساء ويقولون انهم اخوان . ومنهم من يقول لمريده المال مال الله ونحن عبيد الله فلا فرق بيننا وبين صاحب المال فإننا شركاؤه فيه , وهذا انحلال ونقض لعرا الشريعة المطهرة وهو بهتان عظيم . ومنهم غير هؤلاء المذكورين . ومن العجب العجيب والنبإ الغريب ان غالب المشايخ الذين يعطون العهود للمريدين الأن لا يحسنون الوضوء ولاالصلاة ولا غيرهما من بقية الواجبات والمندوبات مع ان من لم يأتمنه الله على ادب من اداب الشريعة بعيد ان يؤتمن على سر من اسرار الله تعالى فهؤلاء المشار اليهم فى الخبر : انا من غير الدجال اخوف عليكم من الدجال , قيل من هو ؟ قال أئمة مضلون , نصبهم الحق إمارة على اقتراب الساعة سئلوا فى علم الحقيقة والشريعة فأفتوا بغير علم فضلوا واضلوا. فيا اخوانى جانبوهم ترمحوا وتغنموا وقاطعوهم تفلحوا وتسلموا . قال تعالى وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ [الأعراف/142] وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيّ [لقمان/15] . فشتان بين من يدعوك الى الحق ومن يدعوك الى الباطل أَفَمَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ يُتَّبَعَ أَمْ مَنْ لَا يَهِدِّي إِلَّا أَنْ يُهْدَى فَمَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُون [يونس/35] . فعليكم يا اخوانى فى هذا الزمان بخاصة انفسكم وتابعوا هدى نبيكم , فكافيتكم التمسك بالقران والتنسك على طريقة سيد ولد عدنان التى بينها السلف الصالحون والعلماء العاملون . ثم ان مما تبينه السلف الصالحون ما ذكره السيد عبد الله بن طاهر فى سلم التوفيق وما ذكره سيدي حجة الاسلام فى بداية الهداية فعليكم بهما وبمثلهما فانهما ان عملتم بهما يؤديان بكم الى الملك المقيم والنعيم الدائم فى جوار رب العالمين . فقد روى ابو هريرة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم من امن بالله ورسوله واقام الصلاة وصام رمضان كان حقا على الله ان يدخله الجنة هاجر فى سبيل الله اوجلس فى ارضه التى ولد فيها رواه البخارى ومسلم فى صحيحيهما . وعليكم منا السلام .

بإمضاء الفقير اليه تعالى

محمد هاشم بن اشعرى
تبوايرغ جومباغ


    

Ini adalah peringatan yang wajib bagi kaum muslimin. Saudara-saudara ku ! sesungguhnya saat ini telah banyak orang-orang yang menyamar sebagai guru-guru ahli kebenaran dan kejujuran yang kemudian menimbulkan kerusakan-kerusakan, sehingga keyakinan orang awam menjadi goyah, dan mereka memiliki pengikut yang besar dari kalangan umat Islam yang disebabkan kebodohan yang merajalela, serta tidak adanya penegak yang menyatakan bahwa yang benar adalah benar, dan yang salah adalah salah. Maka wajib bagi kita, wahai seluruh ulama yang menjadi panutan umat Islam, untuk menjelaskan guru yang benar dan guru yang salah, Agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya (al Anfal 8).
Maka kami berkata (dengan pertolongan Allah dan hanya Dia-lah yang dimintai pertolongan) : Wajib bagi setiap muslim yang menginginkan keselamatan dirinya dari kerugian dunia dan akhirat, untuk tidak berguru kecuali pada orang-orang yang memiliki beberapa persyaratan. (1) Dia mengetahui sifat-sifat wajib, mustahil dan jaiz bagi Allah dan para Rasulnya, dengan keyakinan yang didasari dalil –dalil aqliyah dan sam’iyah (al Quran dan Hadis) sehingga ia mampu menghilangkan kebimbangan dan keraguan pada muridnya ketika ia menghadapinya. (2) Dia berkeyakinan sebagaimana keyakinan ahlul haqq dari kalangan ahli sunah (3) Dia mengetahui hukum-hukum Allah, baik hal-hal yang berhubungan dengan jasmani seperti bersuci dari najis dan hadats, maupun hal-hal yang berhubungan dengan hati seperti syukur, tawakal dan sebagainya, maupun hal-hal yang merusak dalam diri seseorang seberapapun kecilnya, seperti riya’, ujub (membanggakan diri sendiri) dan sebagainya. (4) Dia beramal sesuai yang ia ketahui yang terdiri dari hukum-hukum Allah, melaksanakan ketentuannya, tidak mengurangi satu pun dari kewajiban kepada Allah, dan tidak melakukan hal-hal yang terlarang yang dapat merusak sifat keadilannya. Sebab sebuah media (alat) merupakan sebuah kewajiban bagi keabsahan dalam mengikutinya. Karena seorang guru yang benar adalah orang yang tidak memiliki keresahan pada makhluk dan hatinya senantiasa bergantung pada Allah. Jika kau melihatnya, kau temukan ia selalu menghabiskan waktunya untuk Allah, dan ucapannya selalu menyebut Allah.
Saya peringatkan, wahai saudaraku, untuk tidak mengikuti orang-orang yang mengaku sebagai guru. Mereka ini tidak memiliki semangat (himmah) kecuali untuk mengumpulkan harta yang fana, dan tidak ada langkah perjuangan dari mereka selain mencari kedekatan (populer). Sebagian dari mereka ada yang mengamalkan tarekat bermodal karangan cerita-cerita dan pidato-pidato yang dibagikan secara murahan pada murid-muridnya, agar kantong mereka penuh dengan uang. Dari mereka ada yang mengaku berjumpa dengan Rasul Saw dalam mimpi. Ia mengaku bertatap muka dengan Rasul, berdialog, memerintahkannya dengan perintah tertentu atau dengan larangan tertentu. Dan terkadang mereka mengaku berjumpa dengan Rasul dalam keadaan terjaga (sadar). Padahal yang demikian itu sangat sulit dan jarang terjadi pada masa sekarang, kendatipun saya tidak mengingkari peristiwa semacam itu yang bisa dialami oleh sebagian orang-orang saleh yang dijaga lahir batinnya oleh Allah. Dari sebagian mereka ada yang mengenakan surban yang tebal, panjang dan mengalungkannya di lehernya, mereka menabuh gendang di pasar, mereka juga memerintahkan pada murid-muridnya untuk melakukannya, mengemis, menjadikannya sebagai ladang pekerjaan dan mengumpulkan laki-laki dan perempuan, seraya berkata:”Kami semua bersaudara”. Dari mereka ada pula yang berkata kepada muridnya:” Harta adalah milik Allah, kita adalah hamba Allah. Jadi tidak ada bedanya antara kita dengan pemilik harta itu. Kita boleh menikmati hartanya bersama mereka”, ini adalah bentuk perusakan pada syariat yang suci, dan ini adalah kebohongan besar. Dan masih banyak lagi selain dari mereka yang telah disebutkan. Anehnya, ternyata para guru yang memiliki murid ini tidak sempurna dalam melakukan wudlu’, salat atau kewajiban dan kesunahan yang lain. Sementara orang yang tidak dipercaya oleh Allah dalam menjaga etika beragama, sangat tidak mungkin bisa dipercaya untuk menjaga rahasia-rahasia Allah Swt. Mereka inilah yang tersirat dalam sebuah hadis : Ada yang lebih aku takutkan pada kalian dari pada Dajjal. Mereka bertanya, siapa dia? Rasul menjawab : Para pemimpin yang menyesatkan. Mereka diangkat menjadi pemimpin oleh Allah menjelang hari kiamat. Mereka ditanya tentang hakikat dan syariat, maka mereka berfatwa tanpa dasar ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan. (HR Ahmad dari Abu Dzar, tapi sampai pada kalimat ‘para pemimpin yang menyesatkan’)
Wahai saudaraku! Jauhi mereka, niscaya kalian bersinar dan meraih kebaikan. Putuskanlah ikatan dengan mereka, niscaya kalian beruntung dan selamat. Allah berfirman : “dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan" (Al A’raf 142). Dan Ia berfirman: “dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku” (Luqman 15). Betapa banyak orang yang mengajak pada kebenaran dan kebatilan “Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat demikian)? bagaimanakah kamu mengambil keputusan?. (Yunus 35)
Saya serukan pada kalian semua, wahai saudaraku, ikutilah petunjuk Nabimu, cukuplah kalian berpegang pada Kitab Allah dan Sunah Nabinya Saw, selaku pemimpin keturunan Adnan, sebagaimana dijelaskan oleh ulama salafus saleh dan ulama yang konsisten mengamalkan ilmunya. Diantaranya seperti yang dijelaskan oleh sayid Abdullah bin Thohir dalam kitab Sullam Taufiq, maupun oleh Hujjatul Islam Al Ghazali dalam Kitab Bidayatul Hidayah. Berpeganglah kalian pada kedua kitab itu atau yang sejenis. Sebab kedua kitab tersebut, bila kalian mengamalkannya, akan mengantarkan kalian untuk berjumpa dengan Raja yang Abadi (Allah), dan kenikmatan yang kekal di dekat Tuhan semesta alam. Abu Hurairah telah meriwayatkan sebuah hadis dari Rasulullah Saw yang berbunyi: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Rasulnya, mendirikan salat dan berpuasa di bulan Ramadlan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, baik ia berhijrah di jalan Allah atau menetap di tempat kelahirannya. (HR Bukhari-Muslim). Kedamaian dari kami untuk kalian.

Silahkan isi komentar yang sopan, dan sesuai dengan konten, dan jangan menyisipkan link aktif maupun non aktif.
EmoticonEmoticon