logo blog

Jumat, 01 Februari 2013

Nikah Tanpa Saksi dan Wali


Nikah Tanpa Saksi dan Wali
Apakah Imam Dawud al-Dzahiri termasuk ahli sunnah wal jama’ah? Jika termasuk ahli sunah wal jama’ah, bolehkah bagi kita megamalkan madzabnya dalam nikah tanpa wali dan saksi? Apakah wajib had (hukuman) terhadapap orang yang melakukan bersetubuh dengan cara nikah menurut madzab Dawud tersebut? Azizi Sidoarjo.
Jawaban:
Imam Dawud ad-Dzahiri termasuk ahli sunnah waljama’ah. Adapun nikah mengikuti madzabnya dengan tanpa wali dan saksi hukumnya tidak boleh. Berikut penjelasan para ulama tentang madzhab Dhahiri tersebut.
1.  Syaikh Abdul Qahir al-Baghdair dalam Al-Farqu Baina Al-Firoq, Hlm. 47: "Masuk dalam golongan ini (ahli sunnah waljama’ah) ialah: pemuka-pemuka para imam, dan kelompok-kelompok mereka yang mayoritas dari beberapa sahabat/santrinya imam Malik, imam Syafi’i, imam Auza’i, Sufyan Ats-tsauri dam Ahli Al-Dzohiriyah (Dawud Al-Dzohiriyah)".
2. Syaikh Ibnu Hajar al-Hataitami dalam Fatawa al-Kubra VI/107: "(Ibnu Hajar al-Hataitami ditanya) apakah boleh aqad nikah dengan tanpa wali dan saksi, mengikuti pendapat Dawud al-Dzohiri? Dan ketika dia jima’ (hubungan badan) apakah terkena hukum had atau tidak? …. Ibnu hajar menjawab: tidak boleh mengikuti pendapat Dawud al-Dzohiri dalam nikah tanpa wali dan saksi, barang siapa jima’ (berhubungan badan) atas nikah tanpa wali dan saksi wajib baginya mendapatkan had (hukuman) seperti hukuman bagi pelaku zina sesuai pendapat yang mu’tamad".

Silahkan isi komentar yang sopan, dan sesuai dengan konten, dan jangan menyisipkan link aktif maupun non aktif.
EmoticonEmoticon