logo blog

Senin, 04 Februari 2013

Qadla' Ramadlan di Bulan Syawal


Qadla' Ramadlan di Bulan Syawal

Dalam puasa 6 hari syawal apakah harus berurutan dan tidak boleh dipisah-pisah? Dan bagaimanakah jika membayar hutang puasa Ramadlan dilaksanakan dengan puasa Syawal? 
- Rahmat, Sby.

Jawaban:
Syaikh al-Qulyubi berkata bahwa "Disunahkan berpuasa Syawal dilakukan secara berurutan dan dilakukan setelah hari raya. Dan kesunahan puasa Syawal ini hilang, manakala Syawal telah berakhir" (Hasyiah al-Bujairimi Khatib 7/25). Dari penjelasan ini diperbolehkan puasa 6 hari dipisah-pisah, asal dilakukan selama bulan Syawal.

Sementara menggabung niat 2 ibadah, para ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama
mengatakan puasa wajib Ramadlan tidak boleh dibayar (qadla') dengan puasa sunah. Namun Syaikh Ibnu Hajar al-Haitami menjelaskan hal tersebut diperbolehkan, dan pahala keduanya sama-sama diperoleh.

Bahkan, Imam Ramli men-tarjih (menguatkan) bahwa pahala ibadah-ibadah wajib dan sunah dapat diperoleh meskipun tidak ada niat dari pelakunya (Bughyat al-Mustarsyidin 235)

Masalah ini bermula ketika ada 2 ibadah yang sama dan dengan tujuan yang sama pula, apakah niat pelaksanaannya dapat digabung (tadakhul)? Menurut Ulama Syafi'iyah diperbolehkan, misalnya puasa diatas, juga salat Tahiyyat Masjid yang digabung dengan salat sunah Rawatib, hewan Qurban digabung dengan aqiqah, dan sebagainya. Namun tidak semua ibadah yang sama dapat digabung seperti diatas, oleh karenanya ada pula ulama yang mengatakan tidak boleh menggabung 2 ibadah karena berbedanya niat.

حاشية البجيرمي على الخطيب (7/ 25)
وَيُنْدَبُ مُوَالَاتُهَا لِيَوْمِ الْعِيدِ وَتَتَابُعُهَا وَتَفُوتُ بِفَوَاتِ شَوَّالٍ ق ل
بغية المسترشدين (ص: 235)
(مسألة : ك) : ظاهر حديث : "وأتبعه ستاً من شوّال" وغيره من الأحاديث عدم حصول الست إذا نواها مع قضاء رمضان ، لكن صرح ابن حجر بحصول أصل الثواب لإكماله إذا نواها كغيرها من عرفة وعاشوراء ، بل رجح (م ر) حصول أصل ثواب سائر التطوعات مع الفرض وإن لم ينوها ، ما لم يصرفه عنها صارف ، كأن قضى رمضان في شوّال ، وقصد قضاء الست من ذي القعدة ، ويسنّ صوم الست وإن أفطر رمضان اهـ. قلت : واعتمد أبو مخرمة تبعاً للسمهودي عدم حصول واحد منهما إذا نواهما معاً ، كما لو نوى الظهر وسنتها ، بل رجح أبو مخرمة عدم صحة صوم الست لمن عليه قضاء رمضان مطلقاً.

Silahkan isi komentar yang sopan, dan sesuai dengan konten, dan jangan menyisipkan link aktif maupun non aktif.
EmoticonEmoticon