logo blog

Jumat, 01 Februari 2013

Shalawat di Sela-Sela Tarawih


Shalawat di Sela-Sela Tarawih
Banyak dijumpai di masjid atau mushalla, ketika selesai salam dari salat Tarawih dikumandangkan bacaan-bacaan shalawat dan doa untuk Khulafa' ar-Rasyidin. Bagaimanakah hukumnya dan adakah dasarnya? Syukri, Sby
Jawaban
Membaca shalawat di antara bilangan rakaat salat Tarawih bukan saja menjadi kebiasaan bagi umat Islam di Nusantara, tetapi juga dilakukan oleh sebagian umat Islam dari Yaman, dimana ada banyak ulama Yaman yang berdakwah ke Nusantara ini. Hal ini dibuktikan dengan fatwa ulama Yaman, yaitu Syaikh Ibnu Ziyad (975 H), beliau berkata: "Tidak ada ulama Syafiiyah yang menjelaskan anjuran membaca shalawat kepada Nabi Saw diantara sela-sela salam salat Tarawih. Namun yang dapat dipahami dari para ulama Syafiiyah adalah anjuran membaca doa setelah selesai salat. Para ulama juga menganjurkan mengawali doa dan mengakhirinya dengan bacaan shalawat kepada Rasulullah Saw, keluarga dan para sahabatnya. Dengan demikian, anjuran membaca shalawat dalam Tarawih adalah dengan melihat faktor tersebut" (Talkhish al-Fatawa Ibnu Ziyad 94)
Sementara bacaan dengan suara keras untuk menyemangatkan jamaah juga diperbolehkan. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa Umar bin Khattab jika melantunkan al-Quran dengan suara keras tidak disalahkan oleh Nabi Saw. Lalu ia ditanya oleh Nabi: "Mengapa kamu mengeraskan bacaanmu?" Umar menjawab: "Saya ingin mengusir syetan dan menghilangkan kantuk ". Rasulullah menjawab: "Bagus" (HR Ahmad No 865, semua perawinya terpercaya)

5 komentar

kalo bisa dituliskan solawatnya dan pembatas yang menggunakan nama shohabat 4

kalo bisa dituliskan solawatnya dan pembatas yang menggunakan nama shohabat 4

Sangat bermanfaat lrn paham wahbi selalu melarangnya dg keras dn selalu mnduduki teratas dlm mesin pencarian google soap agama

Silahkan isi komentar yang sopan, dan sesuai dengan konten, dan jangan menyisipkan link aktif maupun non aktif.
EmoticonEmoticon