logo blog

Jumat, 01 Februari 2013

Tajdidunnikah


Memperbarui Akad Nikah
Bagaimana hukumnya memperbarui nikah (tajdidunikah)? Kalau boleh apakah harus membayar mahar lagi?
Jawaban
Hukumnya Tajdidunnikah (memperbaharui nikah) adalah boleh. Hal ini bertujuan untuk memperindah atau ihtiyat (kehati-hatian) dan tidak termasuk pengakuan talak (tidak wajib membayar mahar). Akan tetapi menurut imam Yusuf al-Ardabili dalam kitab al-Anwar wajib membayar mahar karena sebagai pengakuan jatuhnya talak.
Syaikh Ibnu Hajar al-Haitami berkata: "Sesungguhnya persetujuan suami atas aqad nikah yang kedua (memperbarui nikah) bukan merupakan pengakuan habisnya tanggung jawab atas nikah yang pertama, dan juga bukan merupakan kinayah dari pengakuan tadi. Sedangkan apa yang dilakukan suami di sini (dalam memperbarui nikah) semata-mata untuk memperindah atau berhati-hati" (Tuhfatul Muhtaj VII/391)
Dan Syaikh Yusuf al-Ardabili berkata: "Jika seorang suami memperbaharui nikah kepada isterinya, maka wajib memberi mahar (mas kawin) karena ia mengakui perceraian dan memperbaharui nikah termasuk mengurangi (hitungan) cerai/talaq. Kalau dilakukan sampai tiga kali, maka diperlukan muhallil" (al-Anwar II/156)
Sementara yang berlaku di masyarakat umumnya melakukan Tajdidunnikah untuk memperlancar rezeki karena mengira akad yang pertama kurang sempurna hitungan harinya. Maka keyakinan seperti ini harus diluruskan, sebab kelancaran rezeki tidak berkaitan dengan hari-hari tertentu, tetapi berkaitan dengan usaha dan takdir dari Allah Swt.  Sebagaimana dalam hadis Abu Dawud dan Ahmad yang menyatakan bahwa Allah pasti menolong orang yang menikah dengan tujuan menjaga kehormatan diri dari perbuatan zina ('afaf)

Silahkan isi komentar yang sopan, dan sesuai dengan konten, dan jangan menyisipkan link aktif maupun non aktif.
EmoticonEmoticon