logo blog

Kamis, 25 April 2013

Makam Kramat Ibnu Taimiyah


Makam Kramat Ibnu Taimiyah
Mereka yang anti tabarruk ziarah kubur telah lupa bahwa pimpinan gerakan mereka, Ibnu Taimiyah, juga dijadikan ajang tabarruk:
قال علي بن عبد الكريم ابن الشيخ سراج الدين البغدادي الاصل البطايحي المزي أخبرني بشيء غريب قال كنت شابا وكانت لي بنت حصل لها رمد وكان لنا اعتقاد في ابن تيمية وكان صاحب والدي ويأتي الينا ويزور والدي فقلت في نفسي لآخذن من تراب قبر ابن تيمية فلأكحلها به فانه طال رمدها ولم  يفد فيها الكحل فجئت الى القبر فوجدت بغداديا قد جمع من التراب صررا فقلت ما تصنع بهذا قال أخذته لوجع الرمد أكحل به أولادا لي فقلت وهل ينفع ذلك فقال نعم وذكر أنه جربه فازددت يقينا فيما كنت قصدته فأخذت منه فكحلتها وهي نائمة فبرأت قال وحكيت ذلك لابن قاضي الجبل يعني الامام شرف الدين أبا العباس أحمد ابن الحسن بن عبد الله بن شيخ الاسلام أبي عمر المقدسي قال وكان يأتي الينا فأعجبه ذلك وكان يسألني ذلك بحضرة الناس فأحكيه ويعجبه ذلك (الرد الوافر - ج 1 / ص 74 المؤلف : محمد بن أبي بكر بن ناصر الدين الدمشقي)
Ali bin Abdul Karim, putra syaik Sirajuddin al Baghdadi al Batayihi al Mizzi, berkata bahwa ia menceritakan kepada saya sesuatu yang asing, yaitu: “Saya masih muda, saya punya anak perempuan yang sakit mata. Kami punya keyakinan terhadap Ibnu Taimiyah, ia adalah teman bapak saya. Ibnu Taimiyah pernah datang kepada kami dan bapak saya berziarah. kenudian hati saya berkata: “Saya akan mengambil tanah makam Ibnu Taimiyah untuk saya jadikan celak bagi anak saya, sebab ia sakit lama dan celak biasa tidak berpengaruh apa-apa”. Lalu saya mendatangi kuburan Ibnu Taimiyah, saya berjumpa orang Baghdad yang mengumpulkan tanah di kubur itu. Saya tanya: “Apa yang anda lakukan?” ia menjawab: “Saya mengambil tanah ini untuk mengobati sakit mata bagi anak-anak saya”. Saya bertanya: “Apakah itu berguna?” Ia menjawab: “Ya” dan ia sudah mencobanya. Maka semakin mantablah keyakinan saya, lalu saya mengambil tanah itu dan saya jadikan celak pada anak saya saat itu, kemudian sembuh. Saya ceritakan hal itu kepada Putra Qadli Jabal, Imam Syarafuddin Abu Abbas Ahmad bin Hasan bin Abdillah bin Syaikhul Islam Abu Umar al Maqdisi. Beliau mendatangi kami dan mengagumi kisah tadi. Dan beliau menanyakan kepada saya dihadapan orang banyak, maka saya ceritakan dan beliau mengaguminya” (Radd al-Waafir 1/74, karya Muhammad bin Abu Bakar bin Nashiruddin ad-Dimasyqi)

4 komentar

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Gus..
Profil Ibnu Taimiyah bs di Tampilkan k????

Inilah salah satu bukti kemunafikan wahabi yg mengaku salafi..mreka mlarang tabaruk tp ulama mereka bertabaruk..mreka jg mmbangun museum utk ulama mreka syekh utsaimin utk mngenangnya..mreka mlrang haul tp mreka sndri mngadakan upacara setiap tahun mmgenang wafatnya syekh utsaimin..

Silahkan isi komentar yang sopan, dan sesuai dengan konten, dan jangan menyisipkan link aktif maupun non aktif.
EmoticonEmoticon