logo blog

Kamis, 13 April 2017

Bukti Keshahihan Dalil Tentang Qunut

Seperti yang kita maklumi bahwa penilaian sebuah hadis menjadi sahih atau dlaif adalah bersifat ijtihadi. Bagi yang mengamalkan tentu akan menilai sahih, demikian halnya bagi yang tidak sependapat pasti akan menilai dlaif.

Keshahihan Dalil Tentang Qunut

Imam Syafi'i telah menerima riwayat bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam melakukan Qunut Subuh:

أَخْبَرَنَا الرَّبِيْعُ) قَالَ (أَخْبَرَنَا الشَّافِعِي) قَالَ أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ عَنْ مَعْقِلٍ أَنَّ عَلِيًّا رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَنَّتَ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ وَهُمْ لَا يَرَوْنَ الْقُنُوْتَ فِي الصُّبْحِ وَنَحْنُ نَرَاهُ للِسُّنَّةِ الثَّابِتَةِ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَنَّتَ فِي الصُّبْحِ.  - الأم - ج 7 / ص 177

“Rabi’ Al-Muradi telah mengabarkan kepada kami, ia berkata bahwa Syafii telah memberi kabar kepada kami, ia berkata Husyaim memberi kabar kepada kami dari Ma’qil bahwa Ali Ra melakukan qunut dalam salat Subuh, mereka tidak sependapat dengan Qunut salat Subuh dan kami berpendapat demikian, berdasarkan sunah yang sahih dari Rasulullah Saw, bahwa beliau melakukan Qunut dalam salat Subuh” (al-Umm 7/177)

Penilaian Sahih Dari Ulama Ahli Hadis


1. Al-Hafidz Ibnu Hajar: 

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : مَا زَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْنُتُ فِى صَلَاةِ الصُّبْحِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا . (حم عب) حسن (روضة المحدثين - ج 11 / ص 277

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Saw selalu membaca doa Qunut dalam salat Subuh hingga wafat” (HR Ahmad). Ibnu Hajar mengatakan: Hadis Hasan (Raudlat al-Muhadditsin 11/277) 

2. Al-Hafidz al-Haitsami:

وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ مَا زَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْنُتُ فِي اْلفَجْرِ حَتىَّ فَارَقَ الدُّنْيَا. - رواه أحمد والبزار بنحوه ورجاله موثقون. اهـ مجمع الزوائد ومنبع الفوائد – ج 1 / ص 315 

“Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Saw selalu membaca doa Qunut dalam salat Subuh hingga wafat” (HR Ahmad dan al-Bazzar. Para perawinya dinilai terpercaya. Majma’ az-Zawaid 1/315) 

3. Ibnu Baththal

وَثَبَتَ قُنُوْتُهُ فِى الصُّبْحِ، وَصَحَّ الْخَبَرُ عَنْهُ أَنَّهُ لَمْ يَزَلْ يَقْنُتُ فِى صَلَاةِ الصُّبْحِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا، حَدَّثَنَاهُ عَمْرُو بْنُ عَلِىٍّ قَالَ: أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ زَيْدِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا أَبُوْ جَعْفَرِ الرَّازِى عَنِ الرَّبِيْعِ قَالَ:  « سُئِلَ أَنَسٌ عَنْ قُنُوْتِ النَّبِى، عَلَيْهِ السَّلَامُ، أَنَّهُ قَنَّتَ شَهْرًا قَالَ: لَمْ يَزَلْ يَقْنُتُ عَلَيْهِ السَّلَامُ، حَتَّى مَاتَ » ، حَدِيْثُ أَبِى مَالِكٍ صَحِيْحٌ عِنْدَنَا أَيْضًا - شرح ابن بطال – ج 4 / ص 210

“Qunut dalam Subuh adalah sahih. Sebuah hadis sahih menyatakan bahwa Nabi selalu Qunut hingga wafat. Telah bercerita kepada kami Amr bin Ali, ia bercerita bahwa Khalid bin Zaid bercerita kepada kami, ia berkata bahwa Abu Ja’far ar-Razi bercerita kepada kami dari Rabi’: “Anas ditanya tentang Qunutnya Nabi Saw bahwa beliau Qunut selama sebulan. Anas menjawab: Nabi selalu membaca Qunut hingga wafat” Hadis Abu Malik adalah sahih menurut kami” (Syarah al-Bukhari, karya Ibnu Baththal, 4/210) 

3. Atsar Sahabat
Hadis diatas juga diperkuat dengan Amaliah sebagian Khalifah dan dinilai Hasan oleh ahli hadis:

وَعَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَّتَ حَتَّى مَاتَ وَأَبُوْ بَكْرٍ حَتَّى مَاتَ وَعُمَرُ حَتَّى مَاتَ. (رواه البزار ورجاله موثقون اهـ مجمع الزوائد ومنبع الفوائد – ج 1 / ص 315 - 

“Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Saw membaca doa Qunut hingga wafat, Abu Bakar hingga wafat dan Umar hingga wafat” (HR al-Bazzar. Para perawinya dinilai terpercaya. Majma’ az-Zawaid 1/315) 

4. Penilaian Ulama Wahabi
Jika pakar hadits Wahabi syekh Albani mati-matian menilai dlaif terhadap hadis Qunut bahkan beliau menilai hadis Munkar, tidak halnya dengan pengikut beliau berikut ini yang condong mengikuti ahli hadis lainnya:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : " أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَزَلْ يَقْنُتُ فِى الصُّبْحِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا " ( الأذكار 48/1 ) قال الإمام النووى فى " الأذكار " 1 / 48 : قال الحاكم : حديث صحيح (روضة المحدثين - ج 10 / ص 179) تعقيب : قال عبد القادر الأرناؤوط 1 / 48 : و أخرجه الحاكم أيضا فى كتاب القنوت . وَقَالَ عَبْدُ الْقَادِرِ اْلأَرْنَاؤُوْطُ 1 / 48 : أَيْضًا صَحَّحَهُ الْحَاكِمُ عَلَى طَرِيْقَتِهِ فِى تَصْحِيْحِ مَا هُوَ حَسَنٌ عِنْدَ غَيْرِهِ ، فَالصَّوَابُ أَنَّ الْحَدِيْثَ حَسَنٌ

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Saw selalu membaca doa Qunut dalam salat Subuh hingga wafat” (al-Adzkar 1/48 Imam an-Nawawi berkata bahwa al-Hakim menyatakan hadis ini sahih). Abdul Qadir al-Arnauth berkata: Hadis ini diriwayatkan juga oleh al-Hakim dalam kitab al-Qunut. Ia berkata: “al-Hakim menilainya sahih. Sesuai metodenya menilai sahih sebuah hadis yang menurut ulama lainnya adalah hasan. Maka yang benar hadis tersebut (Qunut riwayat Anas) adalah hasan” 


Kesimpulan :

  1. Banyak orang yang menganggap dalil tentang Qunut adalah Dha'if, hal ini bisa saja dilatarbelakangi oleh minimnya bacaan mereka terhadap literatur yang otoritatif, dan bisa jadi disebabkan sikap fanatisme berlebihan terhadap satu pendapat
  2. Setidaknya terdapat sederet ulama yang menegaskan bahwa dalil tentang Qunut adalah Shahih, seperti Ibnu Hajar al-As'qalani, al-Hafidz al-Haitsami, Ibnu Baththal, bahkan beberapa ulama Wahabi juga ada yang menegaskan dalil tentang qunut adalah Shahih.

Nah, demikian ulasan tentang Keshahihan Dalil Qunut, yang diperkuat oleh para pakar ahli hadits, semoga dengan tulisan ini, kita bisa lebih bijak menyikapi masalah furu'iyah, termasuk khilafiyah [perbedaan pendapat], tentang masalah Qunut.

Silahkan isi komentar yang sopan, dan sesuai dengan konten, dan jangan menyisipkan link aktif maupun non aktif.
EmoticonEmoticon