logo blog

Rabu, 05 April 2017

Dr. Zakir Naik dan Habib Umar bin Hafidz

Saya bukan membandingkan diantara dua sosok ini, tetapi kita mencoba mencari ibrah (pelajaran) dari beliau berdua saat berkunjung ke negeri kita.

Dr. Zakir Naik dan Habib Umar bin Hafidz
Ia memang diberikan anugerah ilmu bisa berdebat, memutar balikkan kata yang dapat membungkam lawan bicara dan seterusnya.

Kami tidak heran karena itu ada ilmunya di pesantren, namanya ilmu Mantiq. Boleh jadi dengan cara itu ia berhasil mengislamkan orang, memantapkan keimanan dan sebagainya.

Namun sayangnya, ia kadang bicara diluar ilmu yang ia tekuni, seperti yang ramai tersebar melarang Maulid Nabi dan orang yang melakukannya masuk neraka. 

Al-Habib Umar bin Hafidz dalam dakwah yang beliau sebarkan lebih banyak menyampaikan kemuliaan dan keindahan dalam ajaran Islam, tanpa menyakiti agama lain, menghormati sesama Muslim, dan beliau tidak sampai bicara diluar tema dakwahnya. Saat giliran doa maka berderai tangis bergemuruh dari umat yang turut mengamini.

Kecintaan yang mendalam kepada umat inilah yang saat ini hampir mengering. Tangisan Nabi pun menjadi keprihatinan terhadap umatnya.

Sahabat Ibnu Mas'ud menyaksikan hal ini dalam riwayat hadis sahih:

ﻓﻘﺮﺃﺕ ﻋﻠﻴﻪ ﺳﻮﺭﺓ اﻟﻨﺴﺎء، ﺣﺘﻰ ﺑﻠﻐﺖ: {ﻓﻜﻴﻒ ﺇﺫا ﺟﺌﻨﺎ ﻣﻦ ﻛﻞ ﺃﻣﺔ ﺑﺸﻬﻴﺪ ﻭﺟﺌﻨﺎ ﺑﻚ ﻋﻠﻰ ﻫﺆﻻء ﺷﻬﻴﺪا} [ اﻟﻨﺴﺎء: 41] ﻗﺎﻝ: «ﺃﻣﺴﻚ» ﻓﺈﺫا ﻋﻴﻨﺎﻩ ﺗﺬﺭﻓﺎﻥ

Lalu aku bacakan di hadapan Nabi surat an-Nisa'. Ketika aku sampai ayat:
"Maka bagaimanakah apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu."  (An-Nisā': 41), kemudian Nabi bersabda: "Hentikan bacaan mu". Aku melihat Nabi menangis (HR Bukhari)

Apa istimewanya ayat ini sehingga Baginda Nabi menangis? Syekh Musthofa Daib Al-Bigha, dosen ilmu hadits di Damaskus, memberi catatan atas hadis tersebut:

ﻭﺑﻜﺎﺅﻩ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺇﺷﻔﺎﻕ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﻘﺼﺮﻳﻦ ﻣﻦ ﺃﻣﺘﻪ ﻟﻤﺎ ﺗﻀﻤﻨﺘﻪ اﻵﻳﺔ ﻣﻦ ﻫﻮﻝ اﻟﻤﻮﻗﻒ

Nabi menangis karena rasa belas kasihnya kepada umatnya yang lalai yang terkandung dalam ayat ini, diantaranya betapa beratnya urusan di akhirat.

Rupanya sifat 'belas-kasih' inilah yang belum mengalir ke banyak juru dakwah. Wallahu A'lam

Rujukan :
Kitab Shahih Bukhari Muslim

4 komentar

ALhamdulillah. Sangat bermanfaat sekali ilmunya, Kyai.

Sangat bermanfaat utk hujjah,syukron.

jadi point perbandingan admin nya adalah ?

Dr. Zakir Naik banyak meng islam kan orang kafir
dan Habib Umar bin Hafidz membuat muslimin menangis

mana lebih utama ya min ?

wassalam

Silahkan isi komentar yang sopan, dan sesuai dengan konten, dan jangan menyisipkan link aktif maupun non aktif.
EmoticonEmoticon