logo blog

Selasa, 16 Mei 2017

Menjawab Tuduhan Hadis Palsu Seputar Ramadhan

Semakin sering kita membuka kitab-kitab Takhrij Hadis (kitab yang merangkum status kualitas hadis, biografi perawi hadis), maka akan melihat luasnya ikhtilaf Ulama dalam memberikan penilaian status hadis, mulai yang Mutasyaddid (keras) seperti Ibnu Jauzi, hingga yang Mutasahil (gampangan) seperti Al-Hakim. Sebab penilaian status hadis adalah bersifat ijtihadi.

Tidak cukup bagi kita hanya merujuk ke satu kitab Takhrij Hadis saja, apalagi kepada golongan Mutasyaddidun atau ulama Wahabi saat ini. Sebab dari kitab Al-Maudluat saja ada ratusan hadis yang ditelaah ulang ternyata bukan hadis palsu seperti yang ditulis oleh Ibnu Jauzi. Maka muncullah kitab-kitab seperti Al Qaul Musaddad (karya Al Hafizh Ibnu Hajar) yang membantah tuduhan hadis palsu dalam kitab Musnad. Ada lagi kitab La'ali Al-Mashnuah karya Imam Suyuthi, Kitab Kasyf Al-Khafa' karya Syekh Ajluni, Kitab Al Maqashid Al Hasanah karya Al Hafizh As-Sakhawi dan sebagainya. Jika kitab kitab ini menyatakan hadis palsu, barulah kita mengikuti penilaian dari ulama moderat di bidang hadis ini.
Menjawab Tuduhan Hadis Palsu Seputar Ramadhan


Sudah sering kita mendapat kiriman hadis yang katanya palsu seputar Ramadhan, oleh beberapa Ustadz yang saya lihat masih baru belajar hadis. Hal ini terlihat dari beberapa kesalahan yang mencantumkan perawi hadis yang semestinya riwayat Abu Dawud justru disebut riwayat Bukhari (hadis no 4). Selama hadis hadis masih diberi penilaian dlaif atau memiliki makna yang dikandung dalam hadis lainnya tentu masih bisa kita sampaikan kepada jamaah kaum Muslimin.

  • Hadis 1
ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «اﻏﺰﻭا ﺗﻐﻨﻤﻮا ﻭﺻﻮﻣﻮا ﺗﺼﺤﻮا ﻭﺳﺎﻓﺮﻭا ﺗﺴﺘﻐﻨﻮا». ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻷﻭﺳﻂ، ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺛﻘﺎﺕ.
Hadis "Puasalah, kalian akan sehat". Menurut Al-Hafidz Al Haitami: para perawinya terpercaya

ﻗﻠﺖ: ﻭﻻ ﻳﻨﺎﻓﻴﻪ ﻗﻮﻝ اﻟﻤﻨﺬﺭﻱ ﻓﻲ " اﻟﺘﺮﻏﻴﺐ " (2 / 60) ﻭاﻟﻬﻴﺜﻤﻲ ﻓﻲ " اﻟﻤﺠﻤﻊ " (3 / 179) ﺑﻌﺪ ﺃﻥ ﻧﺴﺒﺎﻩ ﻟﻠﻄﺒﺮاﻧﻲ: ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺛﻘﺎﺕ، ﻷﻧﻪ ﻻ ﻳﻨﻔﻲ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ اﻟﺴﻨﺪ ﻣﻊ ﺛﻘﺔ ﺭﺟﺎﻟﻪ ﻋﻠﺔ ﺗﻘﺘﻀﻲ ﺿﻌﻔﻪ، ﻛﻤﺎ ﻻ ﻳﺨﻔﻰ ﻋﻠﻰ اﻟﻌﺎﺭﻑ ﺑﻘﻮاﻋﺪ ﻫﺬا اﻟﻌﻠﻢ، ﻭﻗﺪ ﻛﺸﻔﻨﺎ ﻋﻦ ﻋﻠﺘﻪ، ﻭﻟﻌﻞ اﻟﺼﻐﺎﻧﻲ ﻗﺪ ﺑﺎﻟﻎ ﺣﻴﻦ ﻗﺎﻝ (ﺻ 7) : ﻭﻫﺬا اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻣﻮﺿﻮﻉ

Menurut ulama Wahabi dlaif. Dan ulama (Ash-Shaghani) yang mengatakan palsu adalah berlebihan.

  • Hadis 2

ﻭﻫﻮ ﺷﻬﺮ ﺃﻭﻟﻪ ﺭﺣﻤﺔ، ﻭﻭﺳﻄﻪ ﻣﻐﻔﺮﺓ، ﻭﺁﺧﺮﻩ ﻋﺘﻖ ﻣﻦ اﻟﻨﺎﺭ
Ramadhan adalah bulan yang permukaannya adalah Rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah dibebaskan dari neraka”.

Para ulama menilai dhaif termasuk ulama Wahabi​:
ﻗﻠﺖ: ﻭﻫﺬا ﺳﻨﺪ ﺿﻌﻴﻒ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﺟﺪﻋﺎﻥ، ﻓﺈﻧﻪ ﺿﻌﻴﻒ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﻏﻴﺮﻩ، ﻭﺑﻴﻦ اﻟﺴﺒﺐ اﻹﻣﺎﻡ اﺑﻦ ﺧﺰﻳﻤﺔ ﻓﻘﺎﻝ: " ﻻ ﺃﺣﺘﺞ ﺑﻪ ﻟﺴﻮء ﺣﻔﻈﻪ ".
Hadis ini dlaif karena ada perawi Ali bin Zaid bin Judan.


  • Hadis 3

ﻧﻮﻡ اﻟﺼﺎﺋﻢ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﻭﺻﻤﺘﻪ ﺗﺴﺒﻴﺢ ﻭﻋﻤﻠﻪ ﻣﻀﺎﻋﻒ ﻭﺩﻋﺎﺅﻩ ﻣﺴﺘﺠﺎﺏ ﻭﺫﻧﺒﻪ ﻣﻐﻔﻮﺭ (اﻟﺒﻴﻬﻘﻰ ﻓﻰ ﺷﻌﺐ اﻹﻳﻤﺎﻥ ﻭﺿﻌﻔﻪ، ﻭاﻟﺪﻳﻠﻤﻰ، ﻭاﺑﻦ اﻟﻨﺠﺎﺭ ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺃﺑﻰ ﺃﻭﻓﻰ(
“Tidurnya orang yang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amalnya dilipat gandakan, doanya mustajab dan doanya dikabulkan” (HR Al-Baihaqi, ia menilai dlaif)


  • Hadis 4

ﻋﻦ ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺯﻫﺮﺓ ﺃﻧﻪ ﺑﻠﻐﻪ ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﺇﺫا ﺃﻓﻄﺮ ﻗﺎﻝ: " اﻟﻠﻬﻢ ﻟﻚ ﺻﻤﺖ ﻭﻋﻠﻰ ﺭﺯﻗﻚ ﺃﻓﻄﺮﺕ ". (اﻷﺫﻛﺎﺭ 162/1) ﻣﺮﺳﻞ . ﺗﻌﻘﻴﺐ: ﻗﺎﻝ ﻋﺒﺪ اﻟﻘﺎﺩﺭ اﻷﺭﻧﺎﺅﻭﻁ 1 / 162: ﻭﻟﻜﻦ ﻟﻪ ﺷﻮاﻫﺪ ﻳﻘﻮﻯ ﺑﻬﺎ

Doa Nabi saat berbuka: "Ya Allah karena Engkau, aku puasa dan atas Rizki Mu, aku berbuka." Abdul Qadir Al-Arnauth berkata: Hadis ini memiliki banyak penguat dari riwayat lain

Si Ustadz lalu menampilkan doa hadis di bawah ini dengan menyatakan sebagai riwayat Bukhari, silahkan cari sampai ketemu di kitab Sahih tersebut. Yang benar adalah riwayat Abu Dawud dan Hakim:

 ﻛﺎﻥ ﺇﺫا ﺃﻓﻄﺮ ﻗﺎﻝ: ﺫﻫﺐ اﻟﻈﻤﺄ ﻭاﺑﺘﻠﺖ اﻟﻌﺮﻭﻕ ﻭﺛﺒﺖ اﻷﺟﺮ ﺇﻥ ﺷﺎء اﻟﻠﻪ (ﺩ ﻛ) ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ

  • Hadis 5
ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻣﻌﻠﻖ ﺑﻴﻦ اﻟﺴﻤﺎء ﻭاﻷﺭﺽ ﻭﻻ ﻳﺮﻓﻊ ﺇﻟﻰ اﻟﻠﻪ ﺇﻻ ﺑﺰﻛﺎﺓ اﻟﻔﻄﺮ (اﺑﻦ ﺷﺎﻫﻴﻦ ﻓﻲ ﺗﺮﻏﻴﺒﻪ اﻟﻀﻴﺎء) ﻋﻦ ﺟﺮﻳﺮ.
Bulan Ramadhan tergantung diantara langit dan bumi, tidak diangkat kepada Allah kecuali dengan zakat fitrah(HR Ibnu Syahin dan Dliyauddin Al Maqdisi)


ﻗﺎﻝ اﻟﻤﻨﺬﺭﻯ (2/97) : ﺭﻭاﻩ ﺃﺑﻮ ﺣﻔﺺ ﺑﻦ ﺷﺎﻫﻴﻦ ﻓﻰ ﻓﻀﺎﺋﻞ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻭﻗﺎﻝ: ﺣﺪﻳﺚ ﻏﺮﻳﺐ ﺟﻴﺪ اﻹﺳﻨﺎﺩ. ﻭﻗﺎﻝ اﻟﻤﻨﺎﻭﻯ (2/455) : ﻓﻴﻪ ﺿﻌﻒ.
Menurut Al Mundziri sanadnya jayyid (bagus). Menurut Al Munawi Dlaif.

Menurut ulama Wahabi hadis Munkar:
(ﻻ ﻳﺰاﻝ ﺻﻴﺎﻡ اﻟﻌﺒﺪ ﻣﻌﻠﻘﺎ ﺑﻴﻦ اﻟﺴﻤﺎء ﻭاﻷﺭﺽ ﺣﺘﻰ ﺗﺆﺩﻯ ﺯﻛﺎﺓ اﻟﻔﻄﺮ) . ﻣﻨﻜﺮ. ﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﻨﻌﺎﻟﻲ ﻓﻲ " ﺣﺪﻳﺜﻪ " (ﻗ 133/ 1) ، ﻭﻋﻨﻪ اﻟﺨﻄﻴﺐ ﻓﻲ " اﻟﺘﺎﺭﻳﺦ " (9/ 121) ، ﻭﻣﻦ ﻃﺮﻳﻘﻪ اﺑﻦ اﻟﺠﻮﺯﻱ ﻓﻲ " اﻟﻌﻠﻞ " (2/ 7 - 8/823) ، ﻭﻧﺼﺮ اﻟﻤﻘﺪﺳﻲ ﻓﻲ " ﺟﺰء ﻣﻦ اﻷﻣﺎﻟﻲ " (ﻗ 179/ 2(

  • Hadis 6
ﺣﺪﻳﺚ «ﺭﺟﻌﻨﺎ ﻣﻦ اﻟﺠﻬﺎﺩ اﻷﺻﻐﺮ ﺇﻟﻰ اﻟﺠﻬﺎﺩ اﻷﻛﺒﺮ» ﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻓﻲ اﻟﺰﻫﺪ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺟﺎﺑﺮ ﻭﻗﺎﻝ: ﻫﺬا ﺇﺳﻨﺎﺩ ﻓﻴﻪ ﺿﻌﻒ.
Kami kembali dari jihad kecil menuju jihad besar (memerangi nafsu). (HR Baihaqi, sanadnya dlaif)”.

Meski dlaif secara riwayat namun sahih secara makna, karena dijelaskan dalam hadis lain:
ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : " اﻟﻤﺠﺎﻫﺪ ﻣﻦ ﺟﺎﻫﺪ ﻧﻔﺴﻪ ﻟﻠﻪ " رواه أحمد
Sabda Nabi: "Hakikat orang berjihad adalah orang yang memerangi nafsunya karena Allah" (HR Ahmad)

  • Hadis 7
ﺭﺟﺐ ﺷﻬﺮ اﻟﻠﻪ ﻭﺷﻌﺒﺎﻥ ﺷﻬﺮﻱ ﻭﺭﻣﻀﺎﻥ ﺷﻬﺮ ﺃﻣﺘﻲ (ﺃﺑﻮ اﻟﻔﺘﺢ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ اﻟﻔﻮاﺭﺱ ﻓﻲ ﺃﻣﺎﻟﻴﻪ) ﻋﻦ اﻟﺤﺴﻦ ﻣﺮﺳﻼ.
"Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban bulan ku, dan Ramadhan bulan umatku". HR Abul Fath. Dikutip oleh imam Suyuthi dalam Jami' Shaghir. Ulama Wahabi menilai dlaif.

Syaukani berkata:

ﻭﻫﻮ ﺣﺪﻳﺚ ﻣﻮﺿﻮﻉ ﻭﻓﻲ ﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﺑﻦ اﻟﺤﺴﻦ اﻟﻨﻘﺎﺵ ﻭﻫﻮ ﻣﺘﻬﻢ ﻭاﻟﻜﺴﺎﺋﻲ ﻣﺠﻬﻮﻝ ﻭﻗﺪ ﺭﻭاﻩ ﺻﺎﺣﺐ اﻟﻵﻟﻰء ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺳﻌﻴﺪ اﻟﺨﺪﺭﻱ

Ini hadis palsu. Abu Bakr bin Hasan Naqqas diduga berdusta. Al-kasai tidak diketahui .

Jadi hadis ini bermasalah bukan karena semua bulan milik Allah seperti dugaan Ustadz menulis masalah ini. Sebab ada hadis sahih yang menyebutkan bahwa Muharram adalah bulan Allah:

ﻭﺃﻓﻀﻞ اﻟﺼﻴﺎﻡ ﺑﻌﺪ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ، ﺻﻴﺎﻡ ﺷﻬﺮ اﻟﻠﻪ اﻟﻤﺤﺮﻡ . رواه مسلم

  • Hadis 8

ﺣﺪﻳﺚ: "ﺧﻤﺲ ﻳﻔﻄﺮﻥ اﻟﺼﺎﺋﻢ ﻭﻳﻨﻘﻀﻦ اﻟﻮﺿﻮء: اﻟﻜﺬﺏ ﻭاﻟﻨﻤﻴﻤﺔ ﻭاﻟﻐﻴﺒﺔ ﻭاﻟﻨﻈﺮ ﻟﺸﻬﻮﺓ ﻭاﻟﻴﻤﻴﻦ اﻟﻜﺎﺫﺑﺔ.

"Ada 5 yang membatalkan (pahala) puasa dan merusak wudhu, bohong, adu domba, menggunjing orang, melihat dengan syahwat dan sumpah palsu"

Syekh Iraqi berkata:

ﺃﺧﺮﺟﻪ اﻷﺯﺩﻱ ﻓﻲ اﻟﻀﻌﻔﺎء ﻣﻦ ﺭﻭاﻳﺔ ﺟﺎﺑﺎﻥ ﻋﻦ اﻧﺲ ﻭﻗﻮﻟﻪ ﺟﺎﺑﺮ ﺗﺼﺤﻴﻒ ﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺣﺎﺗﻢ اﻟﺮاﺯﻱ ﻫﺬا ﻛﺬاﺏ.

Diriwayatkan oleh Azdi dalam Dluafa' dari Jaban. Penulisan Jabir adalah sebuah distorsi. Kata Abu Hatim: Dia pendusta

ﻗﺎﻝ اﺑﻦ ﺃﺑﻰ ﺣﺎﺗﻢ ﻓﻰ اﻟﻌﻠﻞ (1/258، ﺭﻗﻢ 766) ﺳﻤﻌﺖ ﺃﺑﻰ ﻳﻘﻮﻝ: ﻫﺬا ﺣﺪﻳﺚ ﻛﺬﺏ ﻭﻣﻴﺴﺮﺓ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺭﺑﻪ ﻛﺎﻥ ﻳﻔﺘﻌﻞ اﻟﺤﺪﻳﺚ. ﻭﻗﺎﻝ اﻟﺰﻳﻠﻌﻰ ﻓﻰ ﻧﺼﺐ اﻟﺮاﻳﺔ (2/483) : ﺭﻭاﻩ اﺑﻦ اﻟﺠﻮﺯﻯ ﻓﻰ اﻟﻤﻮﺿﻮﻋﺎﺕ
               
Ibnu Abi Hatim: Ini hadis palsu. Maisarah bin abd Rabbuh pemalsu hadits. Az-Zailai berkata bahwa hadis ini dimasukkan dalam Al-Madluat oleh Ibnu Jauzi.

  • Hadis 9

" ﻟﻮ ﻳﻌﻠﻢ اﻟﻌﺒﺎﺩ ﻣﺎ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻟﺘﻤﻨﺖ ﺃﻣﺘﻲ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ اﻟﺴﻨﺔ ﻛﻠﻬﺎ ﺭﻣﻀﺎﻥ " ﺭﻭاﻩ ﺃﺑﻮ ﻳﻌﻠﻰ، ﻭﻓﻴﻪ ﺟﺮﻳﺮ ﺑﻦ ﺃﻳﻮﺏ، ﻭﻫﻮ ﺿﻌﻴﻒ.

Andaikata Manusia tahu apa yang ada di bulan Ramadhan, maka umat ku akan berkeinginan semua tahun adalah Ramadhan (HR Abu Ya'la, Jarir bin Ayyub dlaif)

ﻗﻠﺖ ﺗﻔﺮﺩ ﺑﻪ ﺟﺮﻳﺮ ﺑﻦ ﺃﻳﻮﺏ ﻭﻫﻮ ﺿﻌﻴﻒ ﺟﺪا ﻭﻗﺪ ﺃﺧﺮﺟﻪ اﺑﻦ ﺧﺰﻳﻤﺔ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺤﻪ ﻭﻗﺎﻝ ﺇﻥ ﺻﺢ اﻟﺨﺒﺮ ﻓﺈﻧﻲ ﻓﻲ اﻟﻘﻠﺐ ﻣﻦ ﺟﺮﻳﺮ ﺑﻦ ﺃﻳﻮﺏ ﻭﻛﺄﻧﻪ ﺗﺴﺎﻫﻞ ﻓﻴﻪ ﻟﻜﻮﻧﻪ ﻣﻦ اﻟﺮﻏﺎﺋﺐ

Jarir bin Ayyub sangat lemah. Ibnu Khuzaimah bersikap 'gampangan' karena hadis ini tergolong targhib (motivasi Ibadah)

Kesimpulan

Dari hadis hadis dlaif diatas masih bisa kita amalkan karena tidak sampai bertentangan dengan nash Qur'an dan Hadits (Kecuali hadis no 8 yang disepakati oleh ulama ahli hadis sebagai hadits palsu), terlebih ini semua bagian dari keutamaan dan motivasi ibadah:

ﻭﻗﺪ ﺛﺒﺖ ﻋﻦ اﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻣﻦ اﻷﺋﻤﺔ ﺃﻧﻬﻢ ﻗﺎﻟﻮا ﺇﺫا ﺭﻭﻳﻨﺎ ﻓﻲ اﻟﺤﻼﻝ ﻭاﻟﺤﺮاﻡ ﺷﺪﺩﻧﺎ ﻭﺇﺫا ﺭﻭﻳﻨﺎ ﻓﻲ اﻟﻔﻀﺎﺋﻞ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ ﺗﺴﺎﻫﻠﻨﺎ

Imam Ahmad dan Imam lainnya berkata: Jika kami meriwayatkan hadis tentang halal dan haram, maka kami sangat ketat. Jika kami meriwayatkan hadis tentang keutamaan beramal dan lainnya, maka kami tidak ketat (Al-Hafidz Ibnu Hajar, Al Qaul Musaddad fi Dzabb an Al Musnad)

Wallahu A'lam bis Shawab

Silahkan isi komentar yang sopan, dan sesuai dengan konten, dan jangan menyisipkan link aktif maupun non aktif.
EmoticonEmoticon