logo blog

Sabtu, 21 Oktober 2017

Sunnah Rasul Di Malam Jumat Bagi Suami Istri

Hari Jum'at memiliki banyak anjuran untuk mengamalkan kesunahan dari Nabi, mulai baca shalawat, baca Al-Kahfi, baca Yasin, mandi keramas dan lainnya. Imam Al Ghazali termasuk yang menambahkan anjuran amalan malam jum'at, yang berhubungan suami istri (Jima') yang mengutip dari Ulama lain:
Sunnah Rasul Di Malam Jumat Bagi Suami Istri

ﻭﻣﻦ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﻣﻦ اﺳﺘﺤﺐ اﻟﺠﻤﺎﻉ ﻳﻮﻡ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﻭﻟﻴﻠﺘﻪ ﺗﺤﻘﻴﻘﺎ ﻷﺣﺪ اﻟﺘﺄﻭﻳﻠﻴﻦ ﻣﻦ ﻗﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺭﺣﻢ اﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻏﺴﻞ ﻭاﻏﺘﺴﻞ اﻟﺤﺪﻳﺚ

Sebagian ulama ada yang menganjurkan bersetubuh di hari Jum'at atau malam Jum'at, berdasarkan pada salah satu penafsiran hadis Nabi shalallahu alaihi wasallam: "Barangsiapa mandi dan menjadikan istrinya mandi (di hari Jum'at)..." [HR Abu Dawud]. (Ihya Ulumiddin 2/50)

Penafsiran hadis diatas juga terdapat dalam hadis yang lainnya:

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ، ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: " ﺃﻳﻌﺠﺰ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺃﻥ ﻳﺠﺎﻣﻊ ﺃﻫﻠﻪ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺟﻤﻌﺔ ﻓﺈﻥ ﻟﻪ ﺃﺟﺮﻳﻦ ﺃﺟﺮ ﻏﺴﻠﻪ، ﻭﺃﺟﺮ ﻏﺴﻞ اﻣﺮﺃﺗﻪ " رواه البيهقي في شعب الإيمان

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Tidak mampukah kalian bersetubuh dengan istri kalian setiap Jum'at. Sebab akan mendapatkan 2 pahala. Pahala dia mandi dan pahala menjadikan istri mandi" (HR Baihaqi dalam Syuabul Iman)

Dengan demikian mengucapkan Sunah Rasul di Malam Jum'at tidak ada maksud menghina ajaran Rasulullah. Kalau tujuannya menghina dan melecehkan Rasulullah maka berpotensi menjadi murtad seperti dijelaskan dalam kitab Sullamut Taufiq, Naudzu Billah.
Sementara tentang keutamaan bersetubuh seperti pahala berperang membunuh orang kafir, kita masih belum menemukan dasarnya baik hadis atau ucapan ulama Salaf.

Oleh : Ma'ruf Khozin anggota Aswaja NU Center PWNU Jatim

Silahkan isi komentar yang sopan, dan sesuai dengan konten, dan jangan menyisipkan link aktif maupun non aktif.
EmoticonEmoticon