logo blog

Minggu, 03 Januari 2021

Apa Kabar Warga Kota Surabaya Dan Pejabat Pemkot Surabaya Setelah Ditinggal Bu Risma?

Saya tidak memiliki perkenalan secara pribadi dengan Bu Risma. Sebagai warga yang berKTP Surabaya saya sering berjumpa dengan Bu Risma di acara yang diselenggarakan oleh NU Kota Surabaya. 

Di tingkat Pemerintahan Kota Surabaya saya bukan pejabat pemerintahan, tetapi diminta mengisi kajian di Dinas Sosial untuk memberi pelatihan kepada para Modin se-Surabaya dan ngaji di Masjid Al-Muhajirin di lingkungan Pemkot Surabaya.


Bu Risma memiliki 2 sisi wajah, kadang terlihat garang saat marah, namun juga kadang penuh senyum, terlihat wajah malu-malu. 

Setahu saya, marahnya Bu Risma adalah jika ada bawahannya yang kurang baik dalam kinerjanya. Atau kepada siapapun yang merusak taman dan keindahan Kota Surabaya. Selain itu Bu Risma adalah pekerja keras, pekerja keras dan pekerja keras.


Dua tahun silam saat banyak terjadi musibah bencana alam, seperti biasa Kamis siang saya ngaji dan memberi Kultum Zuhur di Masjid Pemkot, ternyata di dalam ada khataman Al Qur'an oleh para Hafiz dari Pondok Walisongo, Surabaya. 

Saya tanya kok baru sekarang ini di masjid ada khotmil Qur'an? Takmir menjawab ada perintah langsung dari Bu Risma agar Kota Surabaya selamat dari berbagai macam musibah. Dan itu dilakukan 1 bulan penuh selama Januari 2019.




 

Di bulan yang sama saya diminta mewakili Dewan Masjid untuk menghadap Kepala Dinas Sosial Surabaya. Bapak Kepala Dinas ini mengumpulkan semua pemimpin Agama yang memiliki otoritas langsung ke Masjid dan tempat ibadah lain, meminta data-data, mulai jumlah masjid, nama Takmir dan no hpnya. 

Kata Kepala Dinas: "Ini permintaan Bu Risma, jaga-jaga kalau di Surabaya ada hujan deras hingga terjadi banjir dan warga terpaksa mengungsi ke Masjid atau tempat ibadah lain.

Agar nanti dengan mudah melakukan evakuasi, memberi bantuan dan lainnya". Alhamdulillah Surabaya aman, andaikan terjadi musibah Bu Risma sudah menyiapkan semuanya.


Balik lagi ke Masjid di lingkungan Pemkot. Karena Ketua Takmirnya adalah Kepala Dinas Pertamanan, di ruang Khotib itu beliau terlihat seperti kelelahan. Saya tanya: "Sepertinya cape' sekali, Pak?" Beliau menjawab: "Ya, Ustaz. Saya keluar dari rumah sebelum Subuh, keliling Surabaya, salatnya di Masjid pinggir jalan. Sebab saya harus memastikan jalan-jalan sudah bersih, rapi, tidak ada penyebab kemacetan, sebelum Bu Risma lewat". Saya pribadi saat keluar rumah hendak kuliah Subuh kadang sudah melihat tukang pembersih mulai menyapu jalanan di Kota Surabaya. Setelah kuliah Subuh ternyata sudah rapi dan bersih.


Dan paling terasa aneh bagi saya saat hendak Kultum Zuhur sekitar tahun 2017 silam. Salah satu Takmir membisik kepada saya: "Ustaz, tolong ini nanti tema Kultum seputar motivasi, penyemangat, kesabaran, ikhlas dan seputar itu". Saya penasaran: "Kenapa, Pak?" Beliau menjawab: "Baru saja Bu Risma merombak para pejabat di Pemkot, ada yang dipindah ke Kecamatan dan Kelurahan. Ini hari-hari tegang di Pemkot".


"Nah, sekarang sepertinya sudah lega lagi, bisa santai-santai lagi. Tos dulu." Mungkin begitu jika saya berada di tengah-tengah mereka.


Sekarang Bu Risma sudah milik rakyat Indonesia, menjadi Menteri Sosial, wilayah kerjanya sudah nasional. Kok yang dikunjungi di kolong jembatan Jakarta? Ya, itu kan baru beberapa hari, masak mau langsung ke Papua? Tentu bertahap lah. Tidak mungkin Bu Risma mencari pencitraan di Jakarta, lha wong tiap hari di Surabaya seperti itu dan tidak jadi berita. Ya, itu karena wartawan saja yang selalu membuntuti beliau selama di Jakarta.


Bu Risma juga tidak menyaingi siapa-siapa, termasuk Pak Gubernur DKI Jakarta. Bu Risma tetap selevel Walikota, ya walikota Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan kota-kota seluruh Indonesia. Semoga selalu sehat dan dalam bimbingan Allah, Bu Risma. Amin.


•] Bu Risma bersama Para Kiai NU, KH Soleh Qosim (Saksi sejarah perang 10 November) dan PCNU Kota Surabaya.

Silahkan isi komentar yang sopan, dan sesuai dengan konten, dan jangan menyisipkan link aktif maupun non aktif.
EmoticonEmoticon