logo blog

Sabtu, 16 Januari 2021

Apakah Suami Istri Bersentuhan, Bisa Batalkan Wudhu?

HUJJAH NU | Ngaji Al-Muqtathafat bersama PCI NU Jerman kemarin sampai pada hadis-hadis yang diperselisihkan oleh para ulama, diantaranya soal suami dan istri yang bersentuhan kulitnya, apakah wudhu' mereka batal atau tidak? Menurut Mazhab Syafi'i dalam Qaul Imam Syafi'i yang ditarjih oleh Imam Nawawi adalah batal. Tetapi ada juga ulama Mazhab lain, Hanafiah misalnya, yang mengatakan tidak batal.

Apakah Suami Istri Bersentuhan, Bisa Batalkan Wudhu?


Dalil dari Mazhab Hanafi adalah saat malam hari Sayidah Aisyah menyentuh kaki Nabi saat Nabi shalallahu alaihi wasallam sujud. Dan ternyata Nabi tidak membatalkan Salatnya. Ini artinya suami dan istri tidak batal wudhu'nya menurut Mazhab Hanafi dan yang sejalan. Akan tetapi dijawab oleh Imam Nawawi:


اﺳﺘﺪﻝ ﺑﻪ ﻣﻦ ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻤﺲ اﻟﻨﺴﺎء ﻻ ﻳﻨﻘﺾ اﻟﻮﺿﻮء ﻭاﻟﺠﻤﻬﻮﺭ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻳﻨﻘﺾ ﻭﺣﻤﻠﻮا اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻏﻤﺰﻫﺎ ﻓﻮﻕ ﺣﺎﺋﻞ ﻭﻫﺬا ﻫﻮ اﻟﻈﺎﻫﺮ ﻣﻦ ﺣﺎﻝ اﻟﻨﺎﺋﻢ ﻓﻼ ﺩﻻﻟﺔ ﻓﻴﻪ ﻋﻠﻰ ﻋﺪﻡ اﻟﻨﻘﺾ


Ada ulama yang berpendapat bahwa menyentuh wanita tidaklah batal. Namun mayoritas ulama mengatakan batal. Sementara hadis Aisyah menyentuh kaki Nabi diarahkan bahwa Aisyah menyentuh kaki Nabi dengan kain penghalang seperti kebiasaan orang tidur. Maka riwayat tersebut tidak menunjukkan tidak batal (Syarah Muslim 4/230).

Siaran ulang: https://fb.watch/2Xh5d_3V4s/


Oleh : KH. Ma'ruf Khozin, Pakar Aswaja, Pimpinan Aswaja Center, dan Pengasuh PP Raudlatul Ulum Suramadu.

Silahkan isi komentar yang sopan, dan sesuai dengan konten, dan jangan menyisipkan link aktif maupun non aktif.
EmoticonEmoticon