logo blog

Minggu, 03 Januari 2021

Masjid "Kormas" Al-Islah - Surabaya

HujjahNU.com | Masjid ini terletak di perempatan Suramadu, sangat strategis. Nama aslinya adalah Al-Islah. Disebut juga dengan Masjid Kormas -sebagai singkatan dari Koordinasi Masjid Surabaya Timur-, karena di masjid tersebut tempat berkumpulnya para ustaz untuk dikirim ke beberapa masjid yang memerlukan Khotib dan Imam. Kormas, pusatnya di Masjid Rahmat Kembang Kuning yang sampai sekarang dipimpin oleh KH Muhit Murtadho. Sedangkan Kormas Timur dahulu ketuanya adalah Alm KH Aziz Bay.

Masjid "Kormas" Al-Islah - Surabaya


 

Awalnya saya tidak mau menjadi Khotib, namun karena diajak oleh Ust Amin Tohir dan beliau berkata: "Ada beberapa Khotib itu bukan dari pondok, cuma kuliah, ilmunya belum seberapa, lha kalau yang dari Pondok tidak mau, ya mereka semuanya yang berkhutbah". Saya pun kemudian belajar naik mimbar. Dan dari masjid inilah yang terus mengantarkan saya hingga sekarang.


Dulu Ketua Takmir Al-Islah adalah Ust Hamim sekaligus Ketua MWC NU Tambaksari. Sekarang diketuai oleh Ust Wahid Ansori. Ketika mau renovasi hanya memiliki kas ratusan juta, namun biaya renovasi keseluruhan dianggarkan sekitar 15 M (kalau tidak salah). Saya bilang: "Jangan kuatir, Ust. Ini masjidnya Allah, pasti jadi".


Keutamaan membangun masjid adalah dibangunkan rumah di surga (HR Bukhari). Namun hampir tidak mungkin perorangan bisa membangun masjid. Makanya dalam hadis lain tidak harus masjid sebesar tempat berjamaah namun saling menyumbang sampai jadi masjid, hal ini berdasarkan hadis dan pendapat ulama ahli hadis, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:


مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ ، أوْ أَصْغَرَ ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

Barangsiapa membangun masjid karena Allah seperti tempat burung mengerami telurnya, atau lebih kecil, maka Allah membangun rumah baginya di surga (HR Ibnu Majah dari Jabir bin Abdillah)
Maksud hadis ini diuraikan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar:


ﻳﺸﺘﺮﻙ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻓﻲ ﺑﻨﺎء ﻣﺴﺠﺪ ﻓﺘﻘﻊ ﺣﺼﺔ ﻛﻞ ﻭاﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﺫﻟﻚ اﻟﻘﺪﺭ

Ada segolongan orang bersama-sama membangun masjid masing-masing membuat seukuran tempat mengerami telur tersebut (Fath Al-Bari, 1/545)


Kalau cuma masukin 1000 rupiah ke kotak amal sepertinya belum bisa mengharap dibangunin rumah di surga. Kecuali kalau 1000 rupiah tiap hari selama setahun.


•] Gambar atas, Masjid Al-Islah lama, proses pembangunan, finishing seperti gambar di belakang saya dan Ust Wahid Ansori, Ketua Takmir Al-Islah sekaligus Ketua Pembangunan. Jika masjid ini selesai akan menjadi ikon baru di perempatan Suramadu.

Silahkan isi komentar yang sopan, dan sesuai dengan konten, dan jangan menyisipkan link aktif maupun non aktif.
EmoticonEmoticon